Senin, 23 Maret 2009

Untuk seorang kawan sang anggota dewan yang tetap idealis

Kawan .....

Tentunya hari - hari ini engkau teramat sibuk dengan aktivitas mu yang begitu melelahkan.Walau pekerjaanmu yang banyak meyita waktu dan menuntut keseriusan dalam bekerja hinga hari-harimu dilalui dengan tetap menjaga loyalitas dan konsistensi kerjamu yang begitu mengangungkan.

Hari-hari ini aku hanya bisa melihatmu di televisi.Kulihat kau dan teman - teman sedang konfrensi press. Aku masih bisa melihat kelugasan kata-kata ketika di tanya oleh wartawan.Ya begitulah kau.Masih seperti yang dulu.

Kawan ......

Masih seperti yang dulu ketika kau berorasi didepan puluhan ribu orang ketika kau berbicara dengan lantang dan teriakanmu di dengar hinga REZIM PADA SAAT ITUPUN MUNDUR
hanya dengan teriakan dan menuntut mundur seorang Presiden.

Hari-hari ini aku bisa melihmu begitu sibuknya engkau dengan jadwal kampanye yang begitu
padat.Engkau menemui masyarakat ,engkupun masih bisa tersenyum dengan banyak orang.Kebetulan kau akitif disalah satu partai yang memang cukup melekat denganmu sehinga kaupun memasuki gerbong itu.

Aku tahu engaku berjiwa idealis. Sehingapun engkua memilih partai yang idealis.
Kaupun masih ingat bagaimana kawan - kawan seperjuang
dulu memaknai idealisme artinya tidak kkn ,tidak korupsi,tidak kolusi.Aku yakin tanpa idealisme pun kita mungkin akan malas bekerja dan tengelam dengan rutinitas yang membosankan.

Masih ingatkah engkau dengan tujuan reformasi yang pernah kita gelorakan ,aku yakin setiap bulan mei pun engkau selalu diundang bicara tentang reformasi .Akhir akhir ini mungkin orang bicara

reformasi telah mati suri.Tapi apakah kita bisa melihat sekarang orang bebas bicara dan tidak akan ditangkap(kecuali melangar hukum)kita tenggok dunia pres begitu mudahnya wartawan menulis dan tidak takut lagi untuk menulis.

Kawan ....

Aku yakin idealisme engkau tak tergadaikan dan bagimu kesenangan sesaat tidak jauh lebih penting dari Tujuan yang utama didunia ini yaitu beribadah hanya kepada Allah.Amanahmu sekarang dan hari esok adalah yang terpenting karena itu semua akan dimintai pertanggungjawaban engkau diakherat.

Dengan bersumpah atas nama Allah ,itu membuat keyakinan pada diri ini bahwa eangkau memang tidak melakukan apa yang dituduhkan kepadanya.Aku yakin engkau Masih seperti yang dulu dan masih seperti

sekarang.

Meretas jalan menuju reformasi ketika kawanpun tumbang dengan idealisme tapi
tidakdengan kau

Akupun menatap dunia dengan langkah kaki yang tegap karena kawan begitu idealis.
Kawan menghilang dari kejauhan masuk kehutan untuk terpekur dalam rimbunnya pohon
yang lebat

Aku akan akan datang bila perahu itu telah goyang karena diterjang ombak.
Kawan ...Aku datang tidak diam bila kau tertidur aku akan datang membagunkanmu
Kawan ...Aku datang tidak diam bila kau menundukan kepala maka aku akan kupegang
dagumu biar ka
u menatap keatas
Kawan janji adalah hutang kaupun tau itu.Aku yakin engkau telah berupaya dan berusaha
sekuat tenaga
dan hatimu.
Tetap semangat kawan ,akupun mendoakanmu dalam malam2 yang panjang

Untukmu Kawanku ...Anggota dewan

dari orang yang masuk kehutan ketika orang -orang yang lain berdiri dikota

13 komentar:

  1. kepada... anggota dewan.. hormaaaattt graakk.... ;p

    mana PRnya? gak dikerjain nih...

    BalasHapus
  2. wew.. siapa nih mas orangnya.. jadi penasaran he..he..

    BalasHapus
  3. iya mas, orangnya siapa nech? penasaran?

    BalasHapus
  4. anggota dewan yg bersih peduli dan profesional itu yg kuharapkan :)

    BalasHapus
  5. Maaf, tapi menurut saya masuk ke hutan dan menghindar tidak dapat merubah apa-apa. Setidaknya dengan menjadi anggota dewan (maupun calon anggota dewan dengan niat yang benar, tentunya), seseorang bisa bertindak dan melakukan sesuatu. Salam buat anggota dewan (dan calon anggota dewan) yang tetap idealis. Semoga tetap idealis. Teruskan perjuangan!

    regards, http://oneplantmeansalot.wordpress.com

    BalasHapus
  6. Wah temanlama yah, Saat masih aktif di pergerakan mahasiwa dulu kan?

    BalasHapus
  7. kalau boleh tahu siapa tokoh yang kamu gambarkan adakah aq mengenalnya broooo

    BalasHapus
  8. Kawan...engkau begitu mudah bicara politik ini politik itu sikut sini sikut situ...tapi pernahkah engkau tahu berapa banyak org menangis pilu menahan perut...??? pernahkah engkau pedulu saat engkau bahagia duduk dikursi empukmu...??? kawan..pernahkah engkau peduli...?? saat engkau teriak kepada pendukungmu...?? setelah engkau sampai pada posisimu...apakah engkau masih peduli...??? bohong...itu bohong...kawan...kalian sibuk memperkaya diri...tanpa peduli lagi pada tagisan kelaparan...

    salam hangat selalu dari Ayah..

    BalasHapus
  9. menepi sama artinya memberi tempat bagi yang tak tepat, bukan sekedar tak merubah apa-apa tetapi secara tidak langsung merestui semua peristiwa yang tak selayaknya

    BalasHapus
  10. Temannya yg mana yg berdiri di kota, pak? penasaran juga jadinya :D

    Moga aja bapak2 yg skr gi sibuk ngeluarin uang byk buat kampanye punya kesadaran plus idealisme yg tinggi tuk tidak memupuk hartanya biala terpilih nanti. tapi semua yg dikeluarkan adalah tulus tuk rakyat indonesia agar menjadi lebih baik. Ada yg kayak gt gak ya ?!

    BalasHapus
  11. weww...dalem banget...kayaknya ada samting samting nih..hihihihi....pake hati banget nulisnya...:D...ya semoga besok saat "mereka" sudah terpilih, mereka bisa lebih baik dari kepengurusan sebelmnya..amin...
    btw, pasar klitikan yang deket tugu sekarang dah pindah mas, pemkot yogya dah ngasih tempat khusus buat mereka, namanya sekarang pasar kuncen...besok deh, saya main ke sana buat nyari - nyari obyek yang sekiranya bagus...:D..heehehe

    BalasHapus
  12. nice post bro :)

    btw,sapa nih "kawan" itu?

    penasaran deh

    salam kenall yah

    BalasHapus

Terima kasih kepada kawan-kawan yang mau berkomentar di Blog ini.Komentar anda membuat saya akan semakin rajin untuk menulis di Blog ini