Rabu, 18 Maret 2009

Malam tak berpenghuni

Terduduk diam termanggu
Memecah sunyi getarkan hati
Memandang langit tak berpenghuni
Hembusan Angin terdiam sepi

Berteriak lagi dalam sunyi
Pekakan telinga kawan ...
Walau kau tak lagi mendengar
Gemuruh rindu taktersampaikan

Berdiri kaku memandang langit
Memecah sunyi gemuruh hati
Andai kawan tak mampu datang
Biarkan aku datang padamu

10 komentar:

  1. namun... walau dimalam sunyi,, dan mencekam.. aq tetap mengunjungi mu.. sobat....
    hihihi... blajar buat puisi ni...

    BalasHapus
  2. Duhai sang penjaga hati..tidak kah kau dengar tangisanku..pilu memecah malam yg beku.datanglah wahai bintang...temani sunyiku hari ini

    BalasHapus
  3. Hmmmmm.. jago bikin puisi nih he..he.. keren deh..^^

    BalasHapus
  4. Jangan pernah menggapai dalamnya laut, bila hati msh sedangkal sungai...jangan pernah memetik kuntum2 mawar itu..jika kau msh takut akan durinya..tetaplah ada dijalanmu kini..krn tak selamanya yg indah itu indah..

    BalasHapus
  5. Ramai atau sunyi, aku tetap tepekur di sini. Tuk menemanimu. Selalu. Selalu. Selalu.... hehehe..

    BalasHapus
  6. Malam memeluk rindu
    yang menghambur dalam pelukan angin
    aku disini mas.. menemanimu..
    agar malam ini, ada asa ditipa penghuni

    *duduk di teras, menunggu datangnya teh hangat...*

    BalasHapus
  7. Datanglah lewat mimpi-mimpiku..
    Biar aku tak bersedih lagi..
    Duhai Pujangga belaian hati..

    BalasHapus

Terima kasih kepada kawan-kawan yang mau berkomentar di Blog ini.Komentar anda membuat saya akan semakin rajin untuk menulis di Blog ini